bogorscope.com – Sudah lebih dari setahun Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Bogor Selatan, Kota Bogor tertutup total. Longsor yang terjadi pada 4 Maret 2025 memutus akses utama warga yang selama ini bergantung pada jalur tersebut. Berbagai upaya dilakukan, namun hingga kini kepastian kapan jalan itu kembali berfungsi masih menjadi tanda tanya besar.
Pemerintah Kota Bogor telah membebaskan lahan seluas 4.711 meter persegi dengan anggaran Rp19,9 miliar sebagai trase jalan pengganti. Jalan baru sepanjang 250 meter dan lebar 18 meter direncanakan akan dibangun untuk menggantikan ruas yang ambles. Proses cut and fill telah dimulai pada 23 Februari 2026, namun pembangunan fisik masih tertahan karena tahap lelang yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat baru akan dilaksanakan pada Maret mendatang. Jika semua berjalan lancar, konstruksi baru dimulai April dan diperkirakan memakan waktu enam hingga tujuh bulan.
Di tengah harapan akan hadirnya akses baru, muncul persoalan lain yang tak kalah rumit. Trase jalan yang direncanakan ternyata melewati sejumlah situs bersejarah, antara lain Situs Sumur Tujuh yang dipercaya sebagai sumber air purba, serta Bunker Mandiri, peninggalan Belanda yang dibangun pada 1939-1941. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bahkan menyebut kawasan tersebut menyimpan setidaknya tiga lapisan warisan budaya yang bernilai tinggi. Sejumlah budayawan menolak pembangunan jalan baru jika berarti menghilangkan situs-situs tersebut.
Sementara polemik situs dan birokrasi lelang berlarut, warga setiap hari harus berputar melalui jalur alternatif yang jauh dari layak. Jalan BNR menuju Cipinang Gading hanya bisa dilalui kendaraan secara bergantian karena sempitnya badan jalan. Gang SKIP, yang menjadi alternatif bagi pengendara motor, hanya muat satu kendaraan dan diapit jurang. Warga setempat terpaksa bergantian mengatur lalu lintas secara swadaya. Belum lagi kondisi jalan yang rusak dan minim penerangan.
Di media sosial, keluhan warga membanjiri kolom komentar akun resmi Pemkot Bogor. Seorang warganet dengan akun @chcai.97 menulis, “Warga Bogor Selatan udah capek hati diboongin pemkot sendiri.” Yang lain, @nafhanisfahanii, mengingatkan soal kajian teknis: “Geoteknik jangan lupa. Kasus kemarin longsor karena perencanaan salah.”
Lebih dari setahun warga bertahan dengan keterbatasan. Situs bersejarah terancam. Anggaran miliaran rupiah digelontorkan. Sementara proses lelang masih berjalan, dan jalan baru masih menjadi janji. (**)

More Stories
Jalan Batutulis Mangkrak: Janji April, Nyatanya Semak
Penertiban PKL Bogor: Janji Ketertiban, Realitas Pandang Bulu
H-7 Mudik Lebaran 2026: Jalan Nasional Bogor Masih Rusak