April 13, 2026

BogorScope

Fakta Bukan Asumsi

Kolase tiga foto kondisi jalan nasional di Bogor jelang H-7 Lebaran 2026. Atas: lubang besar menganga di Simpang Ciawi jalur Sukabumi. Kiri bawah: aspal mengelupas di Exit Tol Bogor dekat U-Turn Baranangsiang jalur Jakarta. Kanan bawah: jalan bergelombang di Kemang-Parung jalur Tangerang. Kondisi ini membahayakan pemudik, terutama pengendara motor.

Kolase kondisi jalan nasional di Bogor jelang H-7 Lebaran 2026. (Kiri atas) Lubang besar di Simpang Ciawi. (Kiri bawah) Aspal mengelupas di Exit Tol Bogor. (Kanan) Jalan bergelombang di Kemang-Parung. Dokumentasi: BogorScope, 12 Maret 2026.

H-7 Mudik Lebaran 2026: Jalan Nasional Bogor Masih Rusak

bogorscope.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) gencar mensosialisasikan kesiapan infrastruktur jalan nasional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Melalui akun media sosial resmi seperti @kementerianpu dan @pu_jalan_dkijabar, berbagai program unggulan diperkenalkan, mulai dari diskon tarif tol 30%, posko mudik, hingga portal informasi mudik.pu.go.id.

Menteri PU, Dody Hanggodo, bahkan meluncurkan program #HaloPakDody yang memungkinkan masyarakat melaporkan keluhan terkait kondisi jalan langsung melalui DM Instagram. “Program ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus melakukan pembenahan serta memastikan pelayanan Kementerian PU semakin terbuka, responsif, dan bebas dari kebocoran,” tulisnya dalam unggahan resmi yang dikutip, Kamis (12/03/2025).

Namun, di tengah gencarnya sosialisasi tersebut, pantauan BogorScope pada H-8 Lebaran (Kamis, 12 Maret 2026) menemukan fakta berbeda di lapangan. Tiga titik jalan nasional di wilayah Bogor yang akan dilintasi pemudik masih dalam kondisi memprihatinkan.

Baca Juga: Jalan Nasional Diperbaiki Pemkot, Warga Terjebak Macet

Titik 1: Simpang Ciawi – Jalur Selatan – Sukabumi

Di kawasan simpang Ciawi yang kerap menjadi terminal bayangan, BogorScope menemukan lubang besar dengan diameter sekitar 1 meter x 50 centimeter menganga tepat di sekitar traffic light. Aspal mengelupas juga terlihat sekitar 20 meter dari lokasi, tepat di tikungan yang kerap dilintasi angkot biru dan kendaraan pribadi.

Jalur ini merupakan akses utama menuju kawasan Sukabumi dan sekitarnya, yang diprediksi akan padat pemudik pada H-3 hingga H+3 Lebaran.

Titik 2: Exit Tol Bogor – U-Turn Baranangsiang

Setelah gerbang exit tol Bogor (Jagorawi), pemudik yang menuju arah Jakarta atau melanjutkan perjalanan ke dalam kota akan melewati kawasan U-Turn Baranangsiang. Di ruas ini, aspal mengelupas memanjang ditemukan di tengah dan tepi jalan.

Lubang-lubang yang tersebar di badan jalan memang sudah ditandai dengan cat pilok, namun ukurannya cukup mengganggu, terutama bagi pengendara sepeda motor. Jalur ini juga menjadi pintu masuk menuju Jalan Pajajaran, salah satu ruas protokol yang padat kendaraan.

Baca Juga: Jalan Sholeh Iskandar: Luka yang Berulang

Titik 3: Kemang-Parung – Jalur Barat menuju Tangerang-Bogor

Di bawah tol layang BORR, ruas Jalan Sholeh Iskandar menuju Kemang-Parung-Tangerang mengalami kerusakan parah. Aspal bergelombang ditemukan tepat di tengah jalan, sementara lubang-lubang tersebar di badan jalan yang cukup lebar. Meski sebagian telah ditandai cat putih, kondisi ini sangat berisiko bagi pemudik pengguna sepeda motor, terlebih jalur ini merupakan jalur cepat dengan kecepatan kendaraan tinggi.

Ironi: Pusat Lambat, Pemkot Turun Tangan

Lambannya respons pemerintah pusat membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengambil langkah intervensi. Pada 28 Februari lalu, Pemkot melalui Dinas PUPR melakukan perbaikan di ruas Jalan Pajajaran dekat Restoran Gurih 7 – sebuah jalan nasional yang bukan kewenangannya. Perbaikan dilakukan setelah adanya laporan warga tentang pengendara motor yang jatuh akibat jalan berlubang.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, yang meninjau langsung lokasi, mengatakan bahwa perbaikan dilakukan setelah berkoordinasi dan mendapatkan izin dari PPK 5.2 Kementerian PU. Yang membedakan, perbaikan ini menggunakan metode cold milling (pengupasan lapisan aspal) dan pengaspalan ulang, bukan sekadar tambal sulam.

“Perbaikan yang dilakukan menggunakan metode cold milling, bukan tambal-sulam, agar hasilnya lebih rata dan tidak bergelombang. Bagi kami, yang terpenting keselamatan dan keamanan masyarakat pengguna jalan,” tulis Dedie dalam unggahan Instagramnya @walikotabogor.

Namun, warga mempertanyakan mengapa hanya satu titik yang diperbaiki, sementara kerusakan di ruas jalan nasional lain masih banyak dan dibiarkan. Unggahan Wali Kota Bogor tentang perbaikan Jalan Pajajaran justru dibanjiri keluhan warga tentang titik-titik lain yang belum tersentuh. “Yg ngurus jalan nasional kemana nih,” tulis @ghaziansatya.

“Pajajaran (Baranangsiang) bolong-bolong jalannya pak, dari lampu merah sampe puteran arah tajur,” keluh @indrajayaari – sesuai dengan temuan BogorScope di titik Exit Tol Bogor. @dimsbgsp menimpali, “Keluar tol bogor jalan ancur banget udah lama, ga di tengok dong pak?”

Sementara @noegwied membuat daftar panjang PR infrastruktur yang masih menanti: “Jln Abdullah, Yasmin, depan City Plaza, SD Panaragan, KPKNL, Jl Semeru depan RS Marzuki Mahdi, perlintasan rel Pasar Anyar, Jl Mayor Oking… masih banyak PR buat walikota.”

Kementerian PU melalui program #HaloPakDody mengklaim siap menerima aduan masyarakat. Portal mudik.pu.go.id pun telah diluncurkan dengan berbagai fitur informasi. Namun dengan H-7 Lebaran, pertanyaan besarnya adalah: apakah aduan warga akan ditindaklanjuti sebelum pemudik melintas?

Bagi pemudik, terutama pengguna sepeda motor, kombinasi jalur cepat dan jalan rusak adalah ancaman serius. BogorScope mengimbau agar para pemudik tetap waspada, mengurangi kecepatan di titik-titik rawan, dan memanfaatkan kanal aduan yang tersedia untuk melaporkan kondisi jalan. Karena pada akhirnya, keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama.(*)