April 13, 2026

BogorScope

Fakta Bukan Asumsi

Jalan Nasional Diperbaiki Pemkot, Warga Terjebak Macet

bogorscope.com – Jalan Pajajaran, salah satu ruas utama di Kota Bogor, sempat lumpuh total, pada Sabtu (malam minggu), 28 Februari 2026. Ribuan kendaraan mengular dari Simpang Warung Jambu hingga jauh ke arah Simpang Bangbarung. Kemacetan yang biasanya terjadi di jam pulang kerja, kali ini berlangsung hingga larut malam.

Penyebabnya bukan sekadar volume kendaraan yang meningkat di akhir pekan. Di ruas depan Rumah Makan Gurih 7, terparkir sejumlah truk pengangkut alat berat dan mobil dinas Dinas Pekerjaan Umum Kota Bogor. Pekerja berseragam oranye terlihat bersiap di pinggir jalan. Perbaikan jalan tengah berlangsung, tanpa pemberitahuan atau rekayasa lalu lintas yang memadai. Pengendara baru menyadari setelah terjebak macet panjang.

Jalan Pajajaran berstatus jalan nasional, yang semestinya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Namun kali ini, Pemerintah Kota Bogor yang turun tangan. Diduga karena geram atas lambannya penanganan dari pusat, pemkot mengambil alih perbaikan. Tapi yang menjadi pertanyaan, mengapa perbaikan dilakukan di malam minggu tanpa sosialisasi, saat volume kendaraan justru sedang tinggi-tingginya?

Ironi bertambah ketika melihat kondisi jalan lain di Kota Bogor yang justru dibiarkan. Di Jalan Salak, tepat di depan Kampus IPB Cilibende, aspal mengelupas dan lubang di tikungan masih membahayakan pengendara. Jalan Kertamaya menuju Cipaku, yang selama ini menjadi alternatif warga Bogor Selatan pasca-penutupan Jalan Batutulis, kondisinya rusak di sejumlah titik. Lengkap sudah penderitaan warga yang setiap hari harus berputar melalui jalur sempit dan rusak.

Sementara Dishub Kota Bogor sibuk mengatur lalu lintas di Simpang Warung Jambu, warga hanya bisa bertanya: perbaikan yang salah waktu, jalan lain yang tak tersentuh, sejatinya untuk siapa semua ini dilakukan? (**)